MENGASAH KESABARAN DALAM KEHIDUPAN

 

Sebagai mahluk sosial manusia tidak akan lepas dari ujian sang maha pencipta-Nya. Kita sering mendengar curhatan orang disekitar kita disaat menghadapi kesulitan, spontan kita akan mengucapkan kata sabar, terimalah kenyataan ini dengan iklas dan tetap berfikir tenang. Tentunya hal tersebut tidaklah semua orang memilikinya, terlebih hal tersebut bersinggungan dengan hakikat menjalankan sabar itu tak semudah membalikkan telapak tangan.

Bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita tidak asing mendengarkan sepenggal kalimat yang berbunyi : “Saya sudah tidak sabar lagi menghadapi masalah ini, sabar itu ada batasnya. Jika seperti ini terus saya tidak bisa terima”.

Semua manusia tentunya mendapatkan ujian dengan latar belakang dan porsi yang berbeda.  Semisal seorang guru harus bersabar dalam mengajar dan mendidik para siswa binaannya, seorang pimpinan dalam sebuah organisasi atau lembaga harus sabar dalam menjalankan roda organisasi yang di dalamnnya terdapat sdm yang berbeda karakter, tak lepas pula kepada sesama rekan kerja dalam kesehariannya membantu perputaran roda organisasi agar mencapai keberhasilan bersama. Pada umumnya setiap pekerja di suatu lembaga atau perusahaan akan melakukan optimalisasi kinerja untuk mencapai tujuan program. Dalam mencapai tujuan program tersebut tak jarang kita jumpai bahwa antar sesama pekerja saling menghardik, menjatuhkan rekan kerjanya sendiri demi terciptanya wajah prestasi di hadapan atasan. Semua hal itu akan terjadi bilamana setiap sdm hanya mengedepankan ego pribadi tanpa melirik sebuah kesetabilan atau keharmonisan yang semua itu hanya dapat di tempuh dengan mempraktikan sebuah kesabaran.

dalam mencapai kesabaran yang pada akhirnya akan mendewasakan kita dalam menjalani kehidupan untuk menggapai tingkatan  berikutnya. Seberat apapun ujian yang yang kita alami, tentunya mesti bersabar dalam menjalaninya bukan sebaliknya dengan meluapkan emosi, amarah hingga lepas kontrol yang mengakibatkan kerugian pada diri sendiri.

Kita ketahui bahwa sabar merupakan praktik pengamalan yang teramat tinggi tingkatannya. Namun hal itu akan kita dapati dengan sebuah proses yang tenang, tekun dan konsisten. Menerima apa adanya, menjalankan semua kegiatan dengan semestinya tanpa mengeluh. Bahkan diam pun merupakan salah satu bentuk dari sabar dalam menghadapi suatu permasalahan. Dengan hal tersebut sesorang akan mendapatkan sebuah ketenangan bathin, , mampu mengontrol emosi, dan bahkan mampu menerima kenyataan pahit sekalipun. Diam itu bukan berarti tidak berbuat apa-apa, melainkan harus ditanamkan pikiran positif, fokus mencari solusi dan merenungkan apa yang telah terjadi agar dapat dijadikan pengalaman dan pelajaran berharga dimasa mendatang. Menjadi pribadi yang sabar dan tidak mudah terprovokasi dengan keadaan bukanlah hal yang mudah. Namun bila hal tersebut dapat kita raih, niscaya  ketenangan dan kedamaaian dalam jiwa akan tercipta hingga menghantarkan kita dalam kebahagiaan.


Post a Comment

أحدث أقدم