Perkembangan teknologi yang begitu cepatnya membawa kita pada suatu keadaan yang menjadi lebih mudah dan praktis tanpa batas ruang dan waktu. Layaknya sihir yang dapat mewujudkan segala sesuatu yang diinginkan dalam waktu sekejap akan nampak dihadapan kita.
Namun tanpa disadari dampak dari teknologi tersebut telah membuat kita seperti orang mati. Mari kita renungkan, dampak dari teknologi telah menguasai hari-hari kita. Satu contoh perangkat teknologi yang bernama HP. Disaat kita sedang bekerja, bertamu, belajar, beribadah, berdo’a, kumpul bareng keluarga, bahkan sambil makanpun kita tidak dapat lepas dari HP. Seakan tanpa HP digenggaman kita dunia akan runtuh. Lihat disekeliling kita, kadang terlihat dua orang yang duduk berdampingan ataupun berhadapan tidak berbicara satu sama lainnya, karena salah satu dari mereka atau keduanya sibuk bermain ponselnya. Meskipun berbicara pada akhirnya tidak nyambung dan muncul sikap tidak perduli. Bahkan adapula diantara kita bila mempunyai masalah sudah bukan lagi keluarga yang dikunjungi untuk dimintai pendapat atau solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut melainkan dibahas di sosmed biar kita kelihatan eksis dihadapan teman-teman dumay (dunia maya).
Disinilah letak manusia menjadi “ADA TAPI TIADA”, hidupnya hanya seputar dunia dalam Handphonenya. Eratnya jabatan tangan seorang sahabat telah hilang dan tergantikan oleh gambar-gambar yang diam dalam ponsel. Hebatnya petualangan di muka bumi ini pun juga telah tergantikan oleh gerakan telunjuk dan ibu jari kita diatas ponsel. Usia kita sudah mulai berkurang, wajah mulai pucat, kondisi badanpun mulai sakit-sakitan, banyak ladang pahala yang telah kita abaikan, sementara kita tidak kemana-mana dan belum melakukan suatu apapun kecuali hanya menggerakkan telunjuk dan ibu jari di atas layar kecil yang penuh dengan sihir.
Hidup dalam kematian adalah sebuah suatu keniscayaan, tapi “ MATI DALAM HIDUP “ itu pilihan. Maka bangunlah hidup sebagaimana mestinya orang hidup. Ketika suami atau isteri datang, saat anak-anak bercerita, saat ada tamu yang berkunjung, disaat ada orang yag mengajak bicara, disaat beribadah dan berdo’a simpanlah smartphonemu. Sambutlah hari yang penuh ceria dimana matahari bersinar disertai udara yang fresh diiringi semilir angin dan merdunya kicauan burung yang menyambut datangnya hari. Amati keindahan dunia ini dengan seksama sebab disana ada nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Anda masih hidup, janganlah bertingkah seperti mayat.

إرسال تعليق