Allah SWT menciptakan seluruh mahluk hidup dimuka bumi ini diantaranya adalah manusia tentunya memiliki kalkulasi dan perhitungan tersendiri dengan rezeki yang diterimanya guna mempertahankan kelangsungan kehidupannya. Rezeki disini tidaklah semata terkait dengan materi melainkan kesehatan, kebahagian, keturunan, keluarga dan sebagainya itupun merupakan rezeki yang telah diberikan kepada kita.
Dalam keseharian kita melihat bahwa rezeki itu identik dengan value, hal ini terbukti disaat kita melihat seseorang yang lebih bergelimang harta dan hidupnya sukses hingga tidak kekurangan suatu apapun akan ternilai oleh kita kalau ia orang kaya dan sukses. Padahal kita tidak pernah tahu jatuh bangun dan peras keringatnya dia untuk meraih kesuksesannya itu.
Sebagian besar orang lebih fokus terhadap pribadinya sendiri dengan melihat berbagai permasalahan yang dihadapinya tanpa pernah memperhatikan berbagai hal disekitarnya, disaat itulah tanpa disadari muncul rasa iri terhadap kelebihan rezeki dan kenikmatan orang lain.
Hal inilah yang membuat batin kita tersiksa dan selalu merasa kekurangan serta tidak nyaman dengan kehidupan yang dimilikinya saat ini, karena kita tidak pernah mensyukuri atas rezeki yang telah diperolehnya. Padahal semuanya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
Apalah gunanya kita merasa iri terhadap rezeki orang lain, tak berguna dan hanya membuang waktu dengan percuma. Ketika rasa iri dan dengki itu menghampiri kita, hendaknya sadar bahwa semua orang sudah mempunyai kuota rezeki sesuai porsi dan kebutuhannya masing-masing.
Iri terhadap pencapaian orang lain tidak akan membuat pencapaianmu sendiri meningkat. So, let it flow aja. Justru yang mesti kamu lakukan adalah belajar dari kesuksesan orang lain supaya kamu juga bisa ikut mengukir prestasimu sendiri.
Posting Komentar